TSM0TUz9BSAiTUCpTfW9GUG7TY==
Light Dark
Pekerja PT Jembo Cable Company Nyatakan Keluar dari FSPMI, Soroti Ketidaksesuaian AD/ART

Pekerja PT Jembo Cable Company Nyatakan Keluar dari FSPMI, Soroti Ketidaksesuaian AD/ART

Daftar Isi
×

 




gwijawarabanten@gmail.com - Tangerang | | Sejumlah pekerja di PT Jembo Cable Company secara resmi menyatakan keluar dari keanggotaan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai pertimbangan internal yang dinilai sudah tidak lagi sejalan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Senin (04/05/2026)


Pernyataan sikap ini disampaikan sebagai bentuk kekecewaan sekaligus penegasan atas komitmen para pekerja dalam menjaga prinsip-prinsip organisasi yang demokratis, transparan, dan sesuai aturan. Para pekerja menilai bahwa dinamika yang terjadi di tubuh FSPMI belakangan ini telah menyimpang dari ketentuan yang seharusnya menjadi landasan utama dalam menjalankan roda organisasi.


Salah satu alasan utama yang disampaikan adalah terkait proses penunjukan pimpinan baru di posisi Presiden FSPMI. Menurut perwakilan pekerja, proses tersebut dinilai tidak melalui mekanisme yang sesuai dengan AD/ART organisasi. Mereka menyoroti bahwa sebelum dilaksanakannya kongres resmi, telah terjadi penunjukan atau semacam “suksesi” kepemimpinan yang dianggap tidak sah secara prosedural.


“Kami melihat ada ketidaksesuaian yang cukup mendasar. Seharusnya, pemilihan pimpinan tertinggi dilakukan melalui forum kongres sebagai amanat organisasi. Namun yang terjadi justru penunjukan sebelum kongres dilaksanakan,” ungkap salah satu perwakilan pekerja dalam pernyataannya.


Para pekerja menilai bahwa kondisi tersebut mencederai nilai demokrasi dalam organisasi serikat pekerja. Mereka menegaskan bahwa AD/ART bukan sekadar dokumen formal, melainkan pedoman utama yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh anggota dan pengurus.


Lebih lanjut, keputusan untuk keluar dari FSPMI bukanlah langkah yang diambil secara emosional, melainkan hasil dari diskusi panjang dan konsolidasi internal. Para pekerja mengaku telah mencoba memahami situasi dan mencari solusi, namun pada akhirnya memilih untuk mengambil sikap tegas demi menjaga integritas dan kepentingan bersama.


Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis di lingkungan kerja. Dengan keluar dari FSPMI, para pekerja berharap dapat membangun kembali wadah organisasi yang lebih sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan mereka ke depan.


Langkah ini juga menjadi momentum bagi para pekerja untuk melakukan evaluasi terhadap peran dan fungsi serikat pekerja dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Mereka berharap ke depannya akan tercipta organisasi yang lebih transparan, akuntabel, dan benar-benar berpihak kepada anggota.


Di sisi lain, pernyataan ini diperkirakan akan memicu berbagai respons dari pihak terkait, baik dari internal FSPMI maupun kalangan pekerja lainnya. Namun demikian, para pekerja PT Jembo Cable Company menegaskan bahwa keputusan ini merupakan hak organisasi yang dilindungi oleh undang-undang.


Dengan adanya pernyataan keluar ini, para pekerja berharap dapat membuka lembaran baru dalam perjalanan organisasi mereka. Mereka juga mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga kondusivitas serta mengedepankan dialog dalam menyikapi setiap perbedaan yang ada.


Ke depan, para pekerja berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak buruh melalui jalur yang dianggap lebih sesuai dengan nilai-nilai demokrasi dan aturan organisasi yang berlaku.


Red/Yusuf 

0Komentar

Special Ads
Special Ads
Special Ads